Jumat, 23 Mei 2014

Kudos For Kudus!

Jujur saja, saya bukan warga Kabupaten Kudus dan agak iri dengan kemajuan pesat yang diraih di bawah kepemimpinan H. Musthofa. Kebijakan beliau sangat pro rakyat dan bertujuan menyejahterakan segenap warganya. Empat pilar program pembangunan yang merupakan ide jenius sang bupati mengantarkan Kabupaten Kudus meraih beberapa penghargaan di tingkat nasional. Latar belakang H. Musthofa baik pendidikan dan pengalaman kerja yang panjang menjadikan kinerjanya memuaskan.

Jauh sebelum istilah blusukan mendunia, Bupati Kudus telah lebih dahulu melakukannya melalui tatap muka langsung dengan anggota masyarakat untuk mendengar aspirasi, keluh kesah bahkan kritik. Ibarat sepakbola, program Empat Pilar langsung menyerang ke jantung masalah yakni ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Di bidang ekonomi prioritas utamanya adalah menggalakkan sektor UKM yang mempunyai peran vital dalam roda pembangunan di Kudus. Sektor ekonomi yang stabil jelas menyerap tenaga kerja dan membantu mengatasi pengangguran. Angka pengangguran di Kudus pada 2012 lalu turun 0,3 persen sebagai dampak dari membaiknya ekonomi.

Bagi warga yang tidak mampu, fasilitas kesehatan tersedia dengan murah dan terjangkau, dan diberi santunan jika ada yang meninggal dunia. Sektor kesehatan penting bagi sebuah wilayah agar produktivitas SDM tidak terganggu. Selain itu, Bupati Kudus juga sangat memperhatikan dunia pendidikan.Adanya beasiswa dari pemerintah membantu terwujudnya program wajib belajar 12 tahun. Sebuah pondasi penting dalam usaha menyejahterakan masyarakat Kabupaten Kudus.

Akhirnya, perkembangan pesat Kudus selama dua periode Bupati H. Musthofa Wardoyo menjadi wacana positif di berbagai media. Kudus jadi tak hanya dikenal karena soto maupun kretek, tetapi juga karena situasi dan kondisinya yang gemah ripah loh jinawi. Selamat untuk Kudus! Kudos for Kudus!

Tanamkan Pikiran Positif Setiap Hari

Karl Wallenda, lahir di Jerman, mempunyai hobby unik, yakni berjalan di atas tali. Sejak usia 6 tahun dia sudah menunjukkan kebolehannya. Seiring bertambahnya usia, keahliannya ini semakin berkembang.

Jarak tali yang ditempuh pun semakin panjang. Jarak terpanjang yang pernah ia lalui adalah 550 meter. Demikian juga jarak ketinggian dari permukaan tanah semakin tinggi, setinggi dua gedung pencakar langit yang ada.

Kehebatannya berjalan di atas tali telah melambungkan namanya. Ia telah memecahkan beberapa rekor dunia atas bidangnya ini. Maka tidaklah mengherankan setiap kali pertunjukkannya diumumkan, puluhan ribu orang pasti datang menyaksikan pertunjukan yang penuh bahaya itu.

Namun sungguh naas baginya. Saat melakukan aksi di atas dua gedung pencakar langit di kota San Juan, Puerto Rico, dia tergelincir, jatuh bebas ke bawah, dan tewas seketika.

Banyak spekulasi beredar akan tragedi itu, bahwa kegagalannya pasti karena tiupan angin kencang menghempasnya jatuh. Ada juga yang katakan cuaca dingin saat itu, telah melicinkan bentangan tali yang dilaluinya.

Namun istri Karl, membantah semua spekulasi itu. Dia berkata, “Selama 3 bulan ini, suami saya selalu berpikir tentang jatuh, berbeda dengan sebelumnya. Padahal ketakutan akan jatuh tidak pernah terlintas dalam pikirannya sebelumnya. Karl sepertinya mengerahkan seluruh tenaganya untuk tidak jatuh, dan bukan berjalan di atas tali”.

Sesungguhnya Karl telah menakdirkan dirinya sendiri untuk gagal, dia terus menerus mengatakan pada dirinya bahwa dia akan jatuh.

Ini kembali membuktikan pada kita untuk kesekian kalinya, bahwa pemikiran negatif akan selalu memberi impak yang negatif pula.

Seorang penulis terkenal, Curt Goad menulis “Kita perlu menyadari bahwa pikiran-pikiran negatif tidak memiliki kuasa dalam diri kita. Kitalah yang memberikan kuasa padanya.”

Mari tanamkan pikiran positif setiap hari. Berhati-hatilah dengan pikiran kita.

Kamis, 22 Mei 2014

Awas Bakteri Bisa Bertahan Hidup dalam Pesawat

Penelitian menemukan bakteri bisa bertahan hidup bahkan hingga seminggu di dalam pesawat terbang.

Seperti bakteri MRSA yang hidup selama tujuh hari di saku kursi atau bakteri E.coli yang hidup selama empat hari lengan kursi.

Peneliti dari Universitas Auburn menyimpulkan temuan tersebut setelah melakukan uji kemampuan terhadap bakteri Staphylococcus aureus ( MRSA ) dan E. coli O157: H7, apakah bertahan hidup di ruang terbuka.

Para ilmuwan menerapkan patogen ke sandaran tangan, baki meja plastik, logam tombol toilet, penutup jendela, kain penutup kursi dan kulit yang diperoleh dari sebuah perusahaan penerbangan besar.

Hasilnya mereka menemukan MRSA memiliki waktu hidup terpanjang yaitu total 168 jam atau tujuh hari di saku kursi belakang, sementara E. coli hidup selama 96 jam atau empat hari pada sandaran tangan.

"Data kami menunjukkan bahwa kedua bakteri ini dapat bertahan selama berhari-hari. Itu berarti mereka menimbulkan risiko penularan melalui kontak kulit," kata pemimpin peneliti Kiril Vaglenov

Selasa, 20 Mei 2014

Mau Pakaian Awet Bagus? Ini 9 Cara Mencuci yang Benar

Menjaga pakaian tetap awet dan bagus tidak hanya bagaimana Anda menyimpan dan menggunakananya. Tapi perhatikan juga bagaimana mencucinya. Lalu bagaimana cara mencuci yang baik agar pakaian Anda awet dan kelihatan seperti baru?

 Perhatikan bagian kerah dan ujung tangan

Sebelum mencemplungkan baju-baju kontor ke mesin cuci, Anda perlu mencuci dengan tangan pada bagian kerah dan ujung tangan kemeja atau kaos. Bagian ini umumnya lebih kotor.

Gunakan sabun dan kucek dengan tangan, bukan dengan sikat.

Atur tingkat pencucian sesuai dengan jenis pakaian

Ini memang agak merepotkan tapi kuncinya adalah agar pakaian Anda tetap tahan lama dan tidak mudah aus.

Yaitu tidak mencucinya dengan kekuatan yang sama pada mesin cuci untuk jenis pakaian yang berbeda. Anda harus terlebih dahulu memisahkan pakaian sesuai jenisnya, yang berbahan lembut, atau keras seperti celanan jins atau handuk.

Anda tidak bisa mencuci kaos dengan celana jins dengan kekuatan sama. Celana jins butuh kekuatan besar. Kaos atau pakaian berbahan lembut lainnya perlu tingkat yang sedang.

Pakaian cuci kering

Tidak semua pakaian dicuci dengan air dan busa sabun. Sebaliknya beberapa cukup dengan dry cleaning.

Tidak semua baik di cuci dengan mesin cuci

Tidak semua pakaian harus dicuci dengan mesin cuci. Sebaiknya mereka cukup dicuci dengan tangan dan dengan gerakan halus atau sebaliknya.

Pisahkan pakaian putih ketika mencuci

Selalu pisahkan pakaian yang berwarna putih dengan pakaian berwarna apalagi yang luntur ketika mencucinya. Ini akan membuat pakaian putih Anda tetap awet warnanya.

Jangan terlalu sering mencuci pakaian

Mencuci pakaian terlalu sering tentu akan mempercepat keausan pakaian. Cuci pakaian jika benar-benar Anda membutuhkannya, yaitu jika benar-benar kotor dan bau. Jika belum kotor sekali, karena Anda hanya sebentar memakainya, sebaiknya gantung dan angin-anginkan pakaian.

Hindari penggunaan pengering terlalu sering

Hindari penggunaan pengering yang terlalu sering dan berlebihan karena hanya akan merusak serat dan membuat pakaian cepat molor.

Keringkan pakaian segera

Keringkan pakaian dengan segera setelah Anda selesai mencucinya. Jangan menunda-nunda karena ini akan membuat mereka keriput dan kaku ketika kering.

Jangan rendam pakaian terlalu lama

Merendam pakaian terlalu lama akan membuat warna cepat pudar dan mengembangbiakkan jamur yang menyebabkan bau ketika kering.