Kamis, 13 April 2017

Liga Ramadan 2017

Ramadan telah di ambang pintu.  Bulan Ramadan jika dianalogikan ke sepakbola bisa dibilang persis " UEFA Champions League". Kompetisi bergengsi dengan trofi pahala berlipat ganda dibanding di bulan lain dalam setahun. Ramadan League musim 1438 H dibagi ke dalam tiga fase. Berikut tahapan yang harus dihadapi klub-klub pesertanya.


1. Fase Penyisihan grup (27 Mei- 5 Juni 2017)
Pada babak ini semua klub terlihat bergairah, berbagai jenis ibadah dimenangkan baik kandang maupun tandang. Maksudnya, rajin ke mesjid plus ibadah di rumah juga. Atmosfer stadion (masjid) pokoknya meriah, sampai-sampai jalanan ditutup untuk menampung peserta. 10 hari pertama baik tim besar atau kecil hampir sama kuat. Permulaan yang ketat  serta menguras energi iman dan takwa.

2. Fase gugur ( 6 Juni- 15 Juni 2017)
Tim-tim yang hanya cari muka alias tidak ikhlas mulai tersingkir. Yang rajin bertanding ke stadion berubah jadi malas-malasan. Pertahanan kendur inilah menjadi penyebab sepinya arena Ramadan League, stadion pun lengang. Klub besar yang imannya kuat tetap melaju ke babak final. Bermasalahnya stamina ibadah dan kurangnya fokus merupakan sebab rontoknya klub menengah dan kecil. Satu per satu klub mulai pamit.

3. Fase Final (16 Juni-25 Juni 2017)
Seperti yang sudah-sudah, tim bermental ikhlas 100 persenlah yang berhasil mengangkat trofi. Ketika klub lain sudah memikirkan belanja dan transfer pemain plus mudik, Klub  Ikhlas United tetap gigih mengejar titel juara. Kuncinya adalah ketekunan dan konsentrasi ibadah. Semakin menuju final, kerajinan ibadah makin meningkat. Godaan di fase ini sangat intensif. Hiruk pikuk di luar stadion hampir saja menggelincirkan juara Ramadan League 1438 H, terutama di malam final lailatul qadr.

Sabtu, 01 April 2017

Apakah Republika.co.id Separah Versi Cetaknya?

Jawabnya: 70 persen ya,  yang berarti 30 persen lebih baik dibanding koran versi cetaknya. Parah yang dimaksud adalah sembarangan dalam menulis nama orang atau tempat. Di antara 5 berita dari berbagai topik, 1 atau 2 mengandung kesalahan pengetikan.  Sebagai situs berita, keakuratan sangat penting dan dibutuhkan pembacanya. Sangat disayangkan, virus “salah ketik” koran Republika juga ditularkan ke situsnya.  Berikut beberapa contoh kekeliruannya: